Antisipasi Bencana, GRAB Lakukan Pemetaan dan Pengumpulan Data di Yogyakarta Bersama Perkumpulan OpenStreetMap Indonesia

1

.,, salam pertamax7.com, Antisipasi Bencana, GRAB Lakukan Pemetaan dan Pengumpulan Data di Yogyakarta Bersama Perkumpulan OpenStreetMap Indonesia

GRAB Lakukan Pemetaan dan Pengumpulan Data di Yogyakarta 1 P7
(Kiri ke kanan) Hervy Deviyanto, City Manager Yogyakarta, Grab Indonesia; Kompol Suryati, Kasi Kerma, Subdit Kamsel, Ditlantas Polda DIY; Danang Samsurizal, ST. Kepala Seksi Bidang Kedaruratan BPBD DIY; Rangga Fadillah, External Regulatory Communications & Contribution Manager Grab Indonesia berfoto bersama dalam kegiatan Pemetaan dan Pengumpulan Data dengan Mitra Pengemudi Grab di Yogyakarta pada hari Sabtu, 19 Mei 2018 kemarin.

Info resmi dari Yogyakarta, 19 Mei 2018 – Sebagai upaya melengkapi data peta yang sangat penting dalam kegiatan mitigasi bencana, Grab, platform pemesanan kendaraan dan pembayaran mobile terkemuka di Asia Tenggara, bekerjasama dengan Perkumpulan OpenStreetMap Indonesia (POI), menyelenggarakan kegiatan pemetaan dan pengumpulan data bersama 25 mitra pengemudi GrabBike di Yogyakarta dengan menggunakan tiga aplikasi berbasis Android, yaitu  OpenDataKit (ODK) Collect, OpenMapKit (OMK) dan OSM Tracker.

ARTIKEL INI BUKAN UNTUK BABE plus minus +- BABE.CO.ID / BABE.NEWS ! dan Sejenisnya

GRAB Lakukan Pemetaan dan Pengumpulan Data di Yogyakarta

Ke-25 mitra pengemudi Grab yang berpartisipasi telah menjalani pelatihan terlebih dahulu oleh POI untuk melakukan pemetaan dengan menggunakan aplikasi berbasis OpenStreetMap.

Setelah pelatihan dilakukan, para mitra pengemudi selanjutnya melakukan kegiataan pemetaaan lapangan selama dua hari yaitu tanggal 19 dan 20 Mei 2018 di wilayah Yogyakarta.

“Menurut data BNPB, ada 136 kota dan kabupaten rawan bencana di seluruh Indonesia, dan Yogyakarta merupakan salah satunya. Peta yang akurat dan aktual adalah perangkat penting dalam upaya mitigasi dampak bencana alam. Peta yang baik dapat memudahkan lembaga-lembaga yang bergerak di bidang kebencanaan untuk membuat rute evakuasi dan mengidentifikasi infrastruktur vital yang dibutuhkan ketika terjadi bencana,” kata Tri Sukma Anreianno, Head of Public Affairs, Grab Indonesia.

Tri menambahkan bahwa para mitra pengemudi GrabBike yang sehari-hari bergerak berkeliling kota untuk melayani penumpang yang membutuhkan jasa transportasi adalah orang-orang yang tepat untuk membantu melengkapi data peta yang masih belum sempurna. Dengan kontribusi ke-25 mitra pada kegiatan dua hari ini, lanjutnya, mereka semua akan dianugrahi gelar “Duta Mitigasi Bencana.”

“Kami berharap sumbangsih kegiatan kami hari ini dapat membantu pemerintah DIY dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk melakukan upaya-upaya mitigasi bencana demi menuju Indonesia yang tanggap dan tahan bencana. Hal ini sejalan dengan misi Grab, yang hadir lebih dari sekedar layanan transportasi, untuk terus berupaya memberikan dampak positif di seluruh daerah di Indonesia dimana Grab bekerja melayani masyarakat,” ujar Tri.

Yantisa Akhadi, Ketua POI menyatakan bahwa kegiatan pemetaan dan pengumpulan data pada hari ini berfokus pada infrastruktur-infrastruktur vital yang dibutuhkan ketika bencana terjadi seperti rumah sakit dan fasilitas kesehatan, sekolah, tanah lapang, dan lain sebagainya.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus diperluas ke kota-kota lainnya yang masuk ke dalam 136 kota dan kabupaten rawan bencana. Harus diakui, kualitas peta di Indonesia belum memadai untuk merespon terjadinya bencana dengan sebaik-baiknya, Maka dari itu, kami sangat mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Grab pada hari ini,” Tutupnya.

GRAB Lakukan Pemetaan dan Pengumpulan Data di Yogyakarta 6 P7
GRAB Lakukan Pemetaan dan Pengumpulan Data di Yogyakarta 6 P7

OpenDataKit (ODK) Collect yang digunakan oleh mitra pengemudi GrabBike dalam proses pemetaan merupakan sebuah aplikasi daring sederhana dan mudah digunakan yang dapat membantu untuk mengumpulkan dan mengorganisasi informasi dari data tertentu serta dapat mengambil gambar dan video menggunakan perangkat komunikasi telepon pintar (smartphone).

Aplikasi ini juga dapat terhubung dengan aplikasi daring lain yaitu OMK yang  memungkinkan pengguna melakukan identifikasi jalur tempuh kendaraan, menangkap koordinat lokasi, serta memasukkan informasi yang sebelumnya dapat diformat oleh pusat pengambilan kebijakan sesuai dengan kebutuhan data dari lapangan. GRAB Lakukan Pemetaan dan Pengumpulan Data di Yogyakarta 4 P7

Data yang terkumpul dapat direkapitulasi dalam bentuk tabel kebutuhan, dokumentasi dari lapangan, dan peta jalur dan wilayah yang direkam dan dilaporkan oleh pengguna aplikasi. Hasil pengolahan data ini kemudian dapat diambil dan digunakan oleh BNPB untuk keperluan lebih lanjut.

Saat ini, Grab menyediakan layanan GrabCar, GrabBike, GrabTaxi, GrabExpress dan GrabFood untuk menjawab kebutuhan masyarakat Yogyakarta akan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan juga terjangkau.

Layanan Grab dapat dinikmati di seluruh kabupaten Daerah Istimewa Yogyakarta, Solo Raya (Klaten, Solo, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar dan Sragen), dan Kedu Raya (Magelang, Purworejo), Kebumen, Wonosobo dan Temanggung.

mari Antisipasi Bencana, Tahu lebih dini, minimalisir korban jiwa ..semoga berguna. salam @ipanase

ARTIKEL INI BUKAN UNTUK BABE plus minus +- BABE.CO.ID / BABE.NEWS ! dan Sejenisnya

1 KOMENTAR

Apa Komentar Pemirsa ?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.