Per 1 Oktober 2016 : Harga Premium Turun jadi Rp. 6.150, Harga Solar Naik jadi Rp.5.750

Pertamax7.COM, Per 1 Oktober 2016 : Harga Premium Turun jadi Rp. 6.150, Harga Solar Naik jadi Rp.5.750

spbu pertamina premium
spbu pertamina premium

nonton tipi isinya sidang panjang nggak jelas itu sidang apaan, eh ada info kalau mulai Oktober ada evaluasi harga bahan bakar minyak jenis premium dan Solar

Harga Premium Turun

info dari pak IGN Wiratmaja Puja selaku  Dirjen Migas Kementerian ESDM kepada detik 28/9/16 yakni

“Sudah dihitung, sudah dilaporkan ke Pak Menteri. Premium turun sekitar Rp 300/liter, solar naik Rp 500-600/liter lah,”

“Kita harus mengikuti formula dan komitmen kita dievaluasi tiap 3 bulan supaya harga BBM ini tidak sakral lagi, jadi membiasakan masyarakat kita dengan harga BBM yang naik turun,”

jadi berapa? harga Premium dan Solar efektif per 1 oktober 2016 adalah

  1. Harga BBM premium turun dari Rp6.450 per liter menjadi Rp6.150 per liter.
  2. Harga BBM naik Rp600 per liter dari sebelumnya Rp5.150 per liter menjadi Rp5.750 per liter.

info dari beliau kepada sindo 29/9/16

SPBU ini sudah jual Pertamina Pertamax Turbo Ron 98 pertamax7.com
SPBU ini sudah jual Pertamina Pertamax Turbo Ron 98

Last,, ada yang pakai premium atau solar? monggo om komentarnya

Semoga berguna Gan
ikuti berita terbaru dan silaturahmi via
•    email : pertamax7blog@gmail.com
•    Facebook : pertamax7.wordpress.com
•    twitter : @ipanase
•    Google+ : ipanase megison
•    Intagram : pertamax7
•    nike+ : pertamax7
Wonogiri Sukses

 

15 KOMENTAR

  1. penthalite kok ga di dukno yo padahal aku wis gak ngombe premium bikin motor ngeden tarikan berat ternyata luih boros kacek sithik pilih go penthalite hehe

  2. Percuma premium turun, banyak SPBU gak melayani sepeda motor yg beli premium. Disuruh pindah pertalite. Giliran mobil dilayani beli premium. Sebenarnya subsidi buat siapa ya??
    Bahkan ada orang pertamina bilang permintaan premium turun, bukti masyarakat mulai beralih ke pertalite. Gimana gak beralih, lha wong terpaksa…

Tinggalkan Balasan