Rencana MotoGP Indonesia 2017, 2018, 2019 di Sentul Bogor

Pertamax7.com, meneruskan berita resmi dari Kemenpora soal Rencana MotoGP Indonesia 2017, 2018, 2019 di Sentul Bogor

Dani Pedrosa dan Marc Marquez Luncurkan Honda RC213V Motogp 2016 di Sentul 37 Pertamax7.com
Dani Pedrosa dan Marc Marquez Luncurkan Honda RC213V Motogp 2016 di Sentul 37 Pertamax7.com

langsung saja, Siaran Pers No. 17/Kom-Publik/Kemenpora/4/2016: Rencana Penyelenggaraan MotoGP 2017, 2018 dan 2019 pada hari Selasa, 03 Mei 2016

Langsung dari Pulau Jakarta,


Jadi dan tidaknya rencana penyelenggaraan MotoGP di Indonesia pada tahun 2017, 2018 dan 2019 akhirnya kembali dibahas di lingkungan pemerintah, setelah sebelumnya berdasarkan rapat koordinasi pada tanggal 29 Januari 2016 di kantor Kementerian Koordinator Bidang PMK telah diputuskan, bahwa rencana penyelenggaraan MotoGP perlu dikaji kembali secara komprehensif. Putusan untuk melakukan pengkajian tersebut merupakan suatu kebijakan yang sangat konstruktif, dengan tujuan agar rencana penyelenggaraan MotoGP di Indonesia tersebut bisa memberikan dampak positif bagi Indonesia di berbagai dimensi.

Kembalinya rapat pembahasan rencana penyelenggaraan MotoGP tersebut terungkap pada saat berlangsung rapat di Kementerian Sekretartiat Negara pada tanggal 3 Mei 2016, yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Kemensetneg Setio Utomo, yang didampingi oleh Deputi Bidang Perundang-Undangan Setneg Sapta Murti dan Deputi 4 Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Gatot S Dewa Broto serta dihadiri oleh perwakilan pejabat dari Setkab, Kemenpora, Kemenpar, Kemkeu dan Bappenas.

Beberapa hal penting yang perlu diketahui:

  1. Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari adanya surat Menpora Imam Nahrawi kepada Presiden RI Joko Widodo tertanggal 19 April 2016 tentang progress report penyelenggaraan MotoGP 2017. Di dalam suratnya tersebut, Menpora menjelaskan:
    a. Setelah Presiden berdasarkan hasil Sidang Kabinet Terbatas pada tanggal 11 Januari 2016 memutuskan agar penyelenggaraan MotoGP untuk harus dikaji ulang, maka Menpora kemudian bersama IMI mengadakan komunikasi dengan Dorna Sports dengan tujuan untuk memastikan apakah benar Dorna Sports masih memberi peluang kepada Indonesia untuk menjadi penyelenggara MotoGP;
    b. Di samping itu, dalam suratnya, Menpora juga menjelaskan bahwa kemungkinan yang diusulkan untuk penyelenggaraan MotoGP 2017, 2018 dan 2019 adalah di Sentul, Bogor dengan syarat tidak membebani APBN baik untuk renovasi maupun pembangunan infrastruktur di lingkungan sekitarnya;
    c. Seandainya ada penggunaan APBN mungkin hanya dipertimbangkan sebatas untuk membayar commitment fee sebesar € 7 juta untuk tahun 2017 (yang harus dibayarkan paling lambat bulan Agustus 2017), berikutnya sebesar € 8 juta untuk tahun  2018 dan  sebesar € 8,4 juta untuk tahun  2019; dan
    d. Untuk itu, Menpora menyampaikan usulan sekiranya ada Keputusan Presiden mengingat adanya penggunaan APBN.
  2. Rapat siang tadi belum dapat memutuskan dapat tidaknya penggunaan Keputusan Presiden, karena harus ada dasar perjanjian yang jelas terlebih dahulu antara pemilik sirkuit Sentul, Kemenpora dan Kemenpar (sebagai yang direncanakan akan menganggarkan untuk membayar commitment fee). Selain itu harus ada kajian yang lebih spesifik tentang dampak penyelenggaraan MotoGP di Indonesia bagi masyarakat umumnya, supaya tidak semata-mata hanya terkait dengan aspek bisnis.
  3. Terkait dengan rencana semula yang pernah mengemuka tentang penggunaan kawasan GBK Senayan, maka setelah mempertimbangkan keuntungan dan kerugian rencana penggunaan kawasan GBK untuk penyelenggaraan MotoGP 2017 dan kaitannya dengan kondisi persiapan menjelang penyelenggaraan Asian Games 2018 di kawasan GBK Senayan yang membutuhkan penanganan sangat khusus, maka sebagaimana sudah ditegaskan Menpora dalam suratnya tersebut akhirnya diputuskan untuk tidak merencanakan penggunan kawasan GBK Senayan bagi penyelenggaraan MotoGP 2017.
  4. Sebagai informasi, Dorna Sports itu sendiri melalui Javier Alonzo (Area Manager dari Dorna Sports) pada tanggal 3 Pebruari 20216 yang khusus datang ke Jakarta mewakili Dorna Sports untuk membahas kepastian jadi tidaknya Indonesia akan menjadi penyelenggara MotoGP 2017 telah dicapai kesepakatan sebagai berikut:
    a. Dorna Sports pada dasarnya menghargai keinginan Pemerintah Indonesia untuk tetap akan menjadi tuan rumah MotoGP;
    b. Alasan utama Dorna Sports memberi kesempatan pada Indonesia untuk menjadi tuan rumah MotoGP adalah karena potensi Indonesia sebagai market terbesar sepeda motor di dunia;
    c. Dorna Sports bisa menyetujui pengunduran waktu date-line pengiriman kontrak MotoGP dari semula tanggal 30 Januari 2016 menjadi bulan Juni 2016;
    d. Pihak yang bertanda-tangan dalam kontrak bisa oleh Pemerintah ataupun oleh suatu perusahaan tertentu yang diberi kewenangan;
    e. Dorna Sports bisa menyetujui rencana Pemerintah Indonesia untuk mengadakan MotoGP di sekitar GBK Senayan dengan berbagai konsekuensinya;
    f. Meski setuju dengan penggunaan GBK Senayan, tetapi Dorna tetap menyarankan adanya pembangunan sirkuit baru yang lebih representatif dan permanen sehingga setiap saat dapat digunakan untuk berbagai latihan dan kegiatan race.
  5. Kemenpora berencana secepatnya mengundang managemen Sentul untuk mengadakan pertemuan dengan Kemenpora kembali, dengan tujuan untuk memastikan kesanggupan mereka untuk menyelenggarakan MotoGP sebagaimana suratnya telah berulang kali dikirimkan ke Kemenpora. Termasuk juga bukti dokumen tertulis tentang kesanggupan untuk membiayai sendiri renovasi sirkuit Sentul dan sekitarnya mengingat batas waktu penanda-tanganan kontrak adalah akhir bulan Juni 2016 untuk MotoGP 2017.
  6. Bagi managemen Sentul, penyelenggaraan MotoGP tidak perlu menggunakan Keputusan Presiden sekiranya mampu membiayai sendiri tidak hanya untuk renovasi sirkuit Sentul dan sekitarnya tetapi juga untuk membayar commitment fee-nya tersebut di atas.
  7. Sedangkan tentang kemungkinan rencana penyelenggaraan MotoGP di Palembang pada tahun 2018 belum dibahas pada rapat, karena memang belum ada disposisi untuk harus segera membahasnya.
  8. Kemsetneg akan secepatnya merespon surat Menpora tersebut.
  9. Hal lain, sore ini tadi Kemenpora telah kedatangan orang tua dari pembalap Moto2 Ali Adrian. Diharapkan pembalap tersebut tetap dapat berlaga di balapannya di akhir bulan Mei 2016, dan nantinya bisa dipromosikan untuk menjadi salah satu wakil Indonesia di MotoGP 2017.

—————————–

Deputi 4 Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga merangkap Kepala Komunikasi Publik Kemenpora (Gatot S Dewa Broto, HP 0811998504, Email: gsdewabroto@gmail.com, Twitter: @gsdewabroto).


Rencana MotoGP Indonesia 2017, 2018, 2019 di Sentul Bogor

Marc Marquez Geber All New Honda CBR150R 2016 di Sentul Pertamax7.com
Marquez CBR150R : Pebalap MotoGP Marc Marquez mencoba sepeda motor terbaru All New Honda CBR150R di Sirkuit Sentul, Bogor saat peluncuran perdana produk tersebut (14/02). Kehadiran All New Honda CBR150R mendapatkan sambutan positif dari para pecinta sepeda motor sport nasional menyusul penjualannya pada bulan lalu yang mencapai 5.231 unit atau melonjak 96,2% dibandingkan dengan data penjualan bulan sebelumnya Februari 2016.

apakah sentul akan merenovasi sirkuit dengan dana sendiri ya besok?

Sentul MotoGp Indonesia 2017
Sentul MotoGp Indonesia 2017

last, semoga MotoGP Indonesia 2017 jadi di gelar ya om.. gass poll sumber kemenpora ( disini )

Semoga berguna Gan
ikuti berita terbaru dan silaturahmi via
•    email : pertamax7blog@gmail.com
•    Facebook : pertamax7.wordpress.com
•    twitter : @ipanase
•    Google+ : ipanase megison
•    Intagram : pertamax7
•    nike+ : pertamax7
Wonogiri Sukses

 

4 KOMENTAR

  1. wkwkwkwkwk tolong pak menpora melek lah tantang balapan. ngapain sponsorin ali adrian mending sponsorin pembalap yg udah ada noh para pembalap honda.

Tinggalkan Balasan