Dalam Undang-Undang : Konvoi Moge Tidak termasuk Pengguna Jalan Yang Memperoleh Hak Utama

pertamax7.com, dalam artikel kemaren kan ane mancing mau cross check    Pasal 134 UU RI No 22 Tahun 2009

Mengapa Moge Pelanggar Lalu Lintas Tidak Di tilang

di mbah google banyak, pdf pun ada, nah menurut pembelaan  Divisi Humas Mabes Polri  moge merujuk pada point G konvoi moge adalah pengguna jalan yang memperoleh hak utama, benarkah?

sudah sejak kemaren geger, monggo cek lagi pernyataan pak divisi humas mabes polri

NEWS

ABAIKAN KESELAMATANYA, ELANTO HENTIKAN PAKSA PENGAWALAN POLISI YANG TELAH SESUAI PROSEDUR.

Saat ini netizen dihebohkan dengan aksi yang dilakukan oleh bapak Elanto Wijoyono (32) dan rekan-rekannya yang melakukan penghentian secara paksa konvoi pengendara moge yang sedang melintas di Yogyakarta. Padahal demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas di jalan raya, Polisi telah melakukan pengawalan sesuai dengan prosedur.

Sebelum memberikan komentar, mari kita fahami bersama penjelasan berikut.

Taukah Mitra Humas siapa saja pengguna Jalan yang memperoleh Hak Utama untuk didahulukan menurut Pasal 134 UU RI No 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan? Berikut urutan :

a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;
b. Ambulans yang mengangkut orang sakit;
c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;
d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;
e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;
f. Iring-iringan pengantar jenazah;
g.Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kami sudah sering sosialisasi lho Mitra Humas, silahkan lihat postingan- postingan kami sebelumnya.

Nah, sesuai dengan urutan tersebut, maka pada huruf g, Polisi telah melakukan tugasnya dengan benar dan sesuai prosedur untuk melakukan pengawalan terhadap konvoi motor Harley tersebut.

“Mengenai voorijder itu, jadi pihak panitia (acara moge) sudah menghubungi kami. Mereka sudah mengantongi izin dan meminta pengawalan,” kata Kabid Humas Polda DIY AKBP Any Pudjiastuti dalam perbincangan, Minggu (16/8/2015).

Ada komentar bahwa Polisi hanya mengawal orang yang berduit saja? Itu tidak benar, seluruh masyarakat Indonesia berhak untuk mengajukan permohonan pengawalan, termasuk Mitra Humas.

Pengawal terhadap rombongan moge ini tidak beda dengan pengawalan Polisi kepada mobil jenazah, rombongan pengantin dan iring-iringan lainnya.

Ketika ada pengajuan permohonan pengawalan dari masyarakat, Polisi akan melihat, mempertimbangkan dan menentukan seperti apa pola pengawalan yang akan dilakukan dari adanya permohonan tersebut. Pengawalan ini sebenarnya bukan hanya bertujuan untuk mengamankan si pemohon pengawalan, namun juga pengendara lain di jalan raya dari adanya kegiatan tersebut.

Bayangkan betapa bahayanya ketika sebuah iring-iringan tidak dikawal Polisi?

Iring-iringan tersebut bisa berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang tentunya sangat membahayakan iring-iringan itu sendiri dan juga pengguna jalan lain diluar iring-iringan tersebut.

“Jadi itu bagian tugas kami untuk melayani masyarakat. Sudah ada aturannya sendiri itu,” ujar Any.

Dalam pelaksanaan pengawalan, Polisi juga memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan diskresi Kepolisian.

Apa itu Diskresi Kepolisian ?

Menurut Pasal 18 ayat (1) UU RI No 2 Th 2002 tentang Kepolisian RI “Untuk kepentingan umum pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dapat bertindak menurut penilaiannya sendiri”.

Artinya walaupun lampu lalu lintas menyala merah, Polisi dapat tetap memberikan kesempatan kepada peserta konvoi moge untuk tetap jalan. Hal ini dinamakan Pengaturan Lalu Lintas Dalam Keadaan Tertentu, sebagaimana terdapat dalam Pasal 1 angka 10 Perkap Nomor 10 Tahun 2012 tentang Pengaturan Lalu Lintas dalam Keadaan Tertentu dan Penggunaan Jalan Selain Untuk Kegiatan Lalu Lintas.

“Pengaturan Lalu Lintas Dalam Keadaan Tertentu adalah tindakan petugas dalam hal mengatur lalu lintas di jalan dengan menggunakan gerakan tangan, isyarat bunyi, isyarat cahaya dan alat bantu lainnya dalam keadaan tertentu”.

Nah sudah fahamkah Mitra Humas?

* Jangan ditiru ya aksi berbahaya pak Elanto. Berikut aksi berbahaya pak Elanto dalam menghentikan secara paksa pengawalan konvoi moge yang telah sesuai dengan prosedur.

fokus pada

a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;
b. Ambulans yang mengangkut orang sakit;
c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;
d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;
e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;
f. Iring-iringan pengantar jenazah;
g.Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

 fokus ke ini

Nah, sesuai dengan urutan tersebut, maka pada huruf g, Polisi telah melakukan tugasnya dengan benar dan sesuai prosedur untuk melakukan pengawalan terhadap konvoi motor Harley tersebut.

nggak udah banyak ngomong, cek saja pasalnya

Dalam Undang-Undang Konvoi Moge Tidak termasuk Pengguna Jalan Yang Memperoleh Hak Utama 01 pertamax7.com

piye jal, pasti puyeng keliling nih kalau beneran adminnya polisi beneran, nih biar jelas

Dalam Undang-Undang Konvoi Moge Tidak termasuk Pengguna Jalan Yang Memperoleh Hak Utama 00 pertamax7.comjadi kemaren pak polisi anggap pengalawan mogeh itu karena mogeh harley

  1. penanganan bom ( bawa bom?)
  2. pengakutan pasukan ( pasukan bom ? )
  3. penanganan huru hara ( huru hara bom )
  4. penanagan bencana alam ( bencana bom? )

tentu divisi humas polisi ini diserbu netizen yang melek mbah google dan menanyakan kejelasan ini,,,  ane kok jadi bingung sendiri, piye pak polisi?

jangan bawa bom ya gan

semoga berguna

ikuti berita terbaru dan silaturahmi via

 

50 KOMENTAR

  1. Salah kowe pan!
    Moge itu masuk di poin huruf g, untuk kepentingan tertentu “pengangkut pasukan”

    …..”pasukan songong”… 😀

  2. Kepentingan tertentu itu kepentingan si Nanan Soekarna. Polisi di jalan mau bener pasti ditelpon sama dia. Itulah sebabnya anggota klub hd kebal hukum.

  3. tapi na di pikir per4an gedeee…
    na ntroboss lalin la pyee nasib pengguna jalan lianee jall..?
    apa lagi banyaaak bgt opo ra maceettt praahh..?
    sabar mnunggu tdak lbih dri 1mnit apa gak bsa yaa..?
    apa takut kaki meleleh krena mesin gede..?

    kepentingan trtentuu tohhhh……ya ya ya

  4. lha piye to…Harley jelas 2 masuk poin G…..kan termasuk mo-Ge..mugkin diartikan motor poin G…:D

  5. baca bolak balik yo isih mumet..

    Namanya jga pasal karet…
    Pasal buat pembenaran..

    Paling2 DPR cuma senyum aja…

  6. kalo menurut ane, sebenarnya banyak kok acara2 yang dikawal polisi.
    contohnya saat 17 agustusan seperti ini, atau hari besar tertentu, suka banyak anak2 kecil parade kebudayaan indonesia. ane pernah liat di puncak, sampe macet banget, udah cuma 2 jalur, 1 jalur ditutup buat acara itu, dibawah pengawalan polisi.

    lalu pernah juga di daerah cibinong, ada acara jalan sehat yang diikuti ratusan hingga ribuan masyarakat. dibawa pengawalan polisi juga, n diutamakan.

    jadi menurut ane, ga masalah dibawah pengawalan polisi asal izin
    resmi aja.
    soalnya ada pasti, oknum patwal yang tanpa izin suka kawal2.

    nah untuk masalah yang kemarin ini, terlalu lama prioritaskan rombongan harley, di video hampir 10 menit.
    ditengah2 sering saya liat rombongan terputus sedikit. kenapa tetap stop jalan nya?
    seharusnya polisi memecah rombongan ini jadi beberapa grup.
    jadi bisa mengawal harley tapi tetap memberikan masyarakat lain hak menggunakan jalan.

    sekian opini ane.

    • klo acara pawai karnaval, dan seperti jalan sehat yg melibatkan ribuan orang lokal yg sudah jadi tradisi tahunan, ya jelas wajar, wong gak usah dikawal aja gak ada yg protes kok…cmiiw.. 😀

      • tapi kan gak harus di jalan raya kan?
        pameran kebudayaan atau karnaval bisa di satu tempat aja kok.

        maksud saya adalah banyak kegiatan2 yg dikawal polisi. asal izin, ya gak papa.

  7. Mang pnunggang moge itu sapa?? Dan kpentingannya apa yaaa?? Ko mo dberi hak utama jika konvoy… Itu kumpulan orang2 arogan dan tulul kok dpiara…. ????

  8. duuuh ipan masih belom ngeh nih
    konvoi moge itu kan kayak anak TK baris berbaris bang, kalo gk ada guru yg bawa jalan, nanti ada yg ke WC, nabrak tembok, tabrak temennya, tiba2 diam ikat tali sepatu, dll

    otak mereka boleh jalan kalo cari duit haram…eh halal.
    tapi kalo soal naik motor mana ngerti mereka ? tiap hari pake mobil hasil korupsi eh mobil dinas + sopir.
    ngakunya RIDER tapi baru bs naek motor.

    sama ajah kayak anak SD ngakunya ROCKER padahal baru pake gelang duri wakakakaka

  9. Justeru harus bawa bom pan, supaya bisa dikawal..
    eh apa bawa mayat dibonceng sekalian biar dianggap kendaraan pembawa jenazah? 😀

  10. ======================

    Motornya Besar…….tapi
    Otaknya Kecil,
    Nyalinya Mungil,
    Simpati Empatinya Secuil.
    ….Sombongnya Selangit…
    Itulah pengendara moge.

    ======================

  11. coba elanto suruh bawa mogeh 1000cc,,suruh jalan alon2 asal klakon…kalo gk pengen paha nya gosong…wkwkwkwkwkk…..tak srempet sepedanya kalo aku

  12. trus ngomongin tindakan perlakuan khusus,,,perlakuan khusus gimana? memang kita motor ratusan juta,ya wajar dong…kalo mau protes,protes aja sama orang yg uda kuat beli helikopter…gak sopan,,,jalan2 diatas kepala orang….qqqqq

  13. yang namanya IRI tanda tak mampu,bisanya cuman cari kesalahan orang lain…..UULAJ itu dibuat dan dilaksanakan yg berwenang,kalau merasa lebih bisa buat UULAJ coba deh lihat kelakuan anda naik mocil…..siapa yg saban hari naik motor BBM? SMS? boncengan bertiga?balik arah se enak jidat tanpa lampu isyarat? tanpa lampu? terobos lampu merah? tanpa helm? tanpa perlengkapan? lawan arus?….haha…kagak usah lagak suci bro,yg maki maki diatas….permasalahannya cuman satu doang….IRI
    semua berdasarkan aturan bukan norma…..asal urusan moge ajah bawel….asal urusan sesuatu yg dianggap mewah katanya hedonisme….haha udah lah media jangan kompor komporin….daripada menilai orang…nilai dulu diri sendiri

  14. yang fair dong bro….jangan berat sebelah,tuh kereta api juga arogan.mementingkan satu gerbong aja…masyarakat lain juga dirugikan suruh stop….kenapa si pengendara sepeda tidak bilang kereta api arogan? kenapa kampanye yg jelas ngawur juga tidak dibilang arogan? jawabnya satu……banyak itu benar…tak bisa disalahkan ….bukan begitu saudara saudara?

    • kalo kereta mah, dia emang punya jalur sendiri.. lagi juga satu rangkaian kereta bisa ngangkut ribuan penumpang yang udah beli tiket..

  15. yang atas ngomongin kereta api?haahaha kereta api punya aturannya tersendiri, lagian yg pnya rel kereta pemerintah?bukannlah ittu punya kereta api, yg hrus mnglah siapa?ya pngguna jalan raya….pahami lagi ya anak2..

  16. maaf kebanyakan sih pada angkuh kl punya moge,,contohin deh om indro warkop,,pemain lama tp beliau biasa aja tuh,,mgkn yg baru puya moge yg pada sombong….

  17. dulu pernah karyawisata naik bis terus dikawal polisi gapapa tuh engga ada yg prokontra kaya sekarang

  18. mas pertamax7 yg terhormat, penjelasan point G itu disebut antara lain etc etc etc, jadi nga semua perlu disebutkan, yg di sebutkan itu sebagai beberapa contoh saja, jadi hal hal lain selain itu bisa saja di kawal polisi, selama polisi memberikan ijin.

    contoh, acara sepedahan yg dikawal polisi juga banyak kan, dan juga menutup sementara jalan kan. jadi tolong jangan kalo acara moge semua jadi diblow-up. kalo urusan motor kecil atau yg lain bikin salah semua diam saja. jadi kalau mau protes mengenai pelanggaran lalu lintas, tolong protes ke pelanggar yg setiap hari tidak disiplin dan melanggar aturan, dan hal itu kebanyakan dilakukan oleh motor kecil…

    • You main tafsir undang-undang seenak udel you.. Yang namanya penjelasan dari suatu peraturan perundangan itu ttidak dapat berisi suatu rumusan norma baru atau memperluas/mempersempit/menambah norma yang terkandung dalam pasal dalam batang tubuh peraturan perundang-undangan. Baca nih. http://m.hukumonline.com/klinik/detail/cl6386/fungsi-penjelasan-dan-lampiran-peraturan-perundang-undangan
      Artinya, penjelasan itu berfungsi mencegah ambiguitas, mempertegas isi dari suatu peraturan perundang-udangan, yang mana kekuatan mengikat dari penjelasan tersebut sama dengan peraturan perundangan pokok itu sendiri.

      Kemudian, kalo you masih banding2in motor you yang harganya ratusan juta sama motor bebek, mending you beli motor bebek aja.. Malu sama motor!!! I sudah naik motor puluhan tahun, ikut club sana-sini, bukan baru kali ini aja I malu jadi biker gara2 kelakuan orang2 macam you yang memelintir hukum demi kenyamanan pribadi!!! Dulu geng motor outlaw, sekarang orang2 macam you yang ga mau dibilang geng motor, tapi kelakuan lebih buruk!!! Kenapa lebih buruk??? Geng motor bisa diberantas pakai hukum!!! Sedangkan you beli hukum supaya bisa berlindung dibawah ketiak dewi justicia!!! Apapun alasan kalian, salah tetep aja salah.. Kalo merasa lebih baik, kenapa you ga mulai kasih contoh yg baik??

  19. Undang- Undang harus punya unsur filosofos, sosiologis dan yuridis,
    Bagir Manan mempertanyakan, apakah yang dimaksud dengan dasar berlaku secara sosiologis (sociologishe gelding). Dengan sosiologis artinya mencerminkan kenyataan yang hidup dalam masyarakat.

    hukum bukan sekedar aturan bro,, hukum juga merupakan gejala sosial,,,

    kesimpulan: jika Undang-Undang yang tidak memenuhi unsur sosiologis undang- undang tersebut dianggap tidak ada…

Apa Komentar Pemirsa ?