Pebalap Binaan Honda Indonesia Siap Harumkan Nama Bangsa di ARRC 2015, Semangat om !

pertamax7.com, mungkin lanjutan dari artikel ini Baca : ( Kibarkan Merah Putih di SAATC Qatar, Andi Gilang diundang Menpora, Olah raga bukan hanya Sepak Bola )

andi gilang kibarkan sang merah putih di Shell Advance Asia Talent Cup  Qatar 2015

yaps, baru saja dapat info bahwasanya Pebalap binaan Honda Indonesia Siap Harumkan Nama Bangsa di ARRC 2015, wah mantebhhhh

berita dari pulau jakarta Jakarta nih. – PT Astra Honda Motor (AHM) ternyata mengirimkan 4 pebalap binaan berbakatnya ke ajang balap motor bergengsi ( bukan motor bebek tentunya ) yakni Asia Road Racing Championship (ARRC). Dalam ajang tersebut, 2 pebalap binaan AHM akan bertanding di kelas Supersport 600cc dan 2 lainnya di Asia Dream Cup (ADC).

nah, di kelas Supersport 600cc, AHM menugaskan Dimas Ekky Pratama dan M.Fadli Imammudin yang tergabung dalam tim balap Astra Honda Racing Team (AHRT). Kilas balik, 2014 kemarin Dimas Ekky Pratama meraih podium 2 di ARRC 2014 di sirkuit Sentul, Jakarta. Kini bersama M. Fadli Imammudin, pebalap yang  sempat berlaga dalam Suzuka 8 Hours Endurance Race ini mampu membawa tim AHRT menduduki posisi 7 di klasemen akhir ARRC 2014.

Dimas Ekky Pratama (#20), pebalap berbakat binaan AHM siap bertanding di ARRC kelas Supersport 600cc.
Dimas Ekky Pratama (#20), pebalap berbakat binaan AHM siap bertanding di ARRC kelas Supersport 600cc.

selain kelas 600 cc, ada lagi nih, pebalap muda berprestasi yaitu M. Febriansyah dan Yoga Dio Syachputra yang diikutsertakan untuk bertarung pada ajang ADC dengan Honda CBR250R. Tahun lalu, M. Febriansyah merukapan peraih puncak klasemen pertama, One Make Race 150cc Indospeed Race Series (IRS) danserta kedua pada One Make Race 250cc IRS, sementara itu Yoga Dio Syachputra merupakan pebalap berprestasi pada ajang Honda Racing Championship dengan meraih posisi ketiga di kelas HRC 3 dan posisi ke di kelas kedua HRC 4.

Pebalap lulusan Honda Racing School ( HRS ) tersebut akan bertarung dengan pebalap berprestasi lainnya dari berbagai negara Asia dan Australia pada ajang ARR yang akan berlangsung 6 kali yaitu di Sepang, Malaysia (16-19 April), Sentul, Indonesia (4-7 Juni), Suzuka, Jepang (1-5 July), Buriram, Thailand (27-30 Agustus), Losail, Qatar (30 September – 3 Oktober) dan Buriram, Thailand (3-6 Desember).

M. Fadli Imammudin (#43), pebalap berbakat binaan AHM siap bertanding di ARRC kelas Supersport 600cc
M. Fadli Imammudin (#43), pebalap berbakat binaan AHM siap bertanding di ARRC kelas Supersport 600cc

lantas apa komentar General Manager Marketing Planning and Analysis Division AHM A. Indraputra mengani quad AHM ini?? beli mengatakan melalui konsistensi pembinaan balap yang jelas dan strategis, pebalap Indonesia bisa meraih prestasi di ajang balap yang lebih tinggi di ajang internasional.

“Kami ingin pebalap Indonesia semakin menajamkan ketrampilannya, diperhitungkan dan kompetitif di arena balap internasional, bukan hanya sekedar menjadi peserta. Kami harap para pebalap binaan AHM yang bertarung di ARRC dapat mempertajam jarak waktu dengan pesaing dan meningkatkan capaian sebelumnya untuk mengibarkan Merah Putih ajang bergengsi ini.”

tentu tidak instant,….melalui pembinaan balap berjenjang yang sudah dilakukan sejak 3 tahun terakhir, AHM juga mengikutsertakan pebalap binaannya ke berbagai ajang kejuaraan balap nasional maupun internasional. Dimulai dari Honda Racing School dan Honda Technical Racing, yang merupakan tempat pembelajaran awal para pebalap muda dan tentu saja tak lupa mekanik sebagai faktor penting team balap, kemudian dilanjutkan ke ajang One Make Race (OMR) seperti Honda Racing Championship, OMR 250cc IRS, OMR 150cc IRS. Di tingkat nasional, AHM berpartisipasi pada IRS 600cc serta Motoprix.

Tim balap AHRT, siap melebihi prestasi tahun lalu dalam kejuaraan balap bergengsi Asia, ARRC 2015.
Tim balap AHRT, siap melebihi prestasi tahun lalu dalam kejuaraan balap bergengsi Asia, ARRC 2015.

itu nasional, di ajang balap Internasional selain ARRC, AHM juga menyertakan pebalap binaannya pada Asia Talent Cup yang beberapa waktu lalu pebalap binaan AHM, Andi Farid Izdihar mampu meraih posisi puncak pada putaran kedua di Qatar. Selain itu ada juga Pebalap binaan AHM lainnya yang  dikirim untuk bertanding pada Suzuka 4 Hours Endurance Race, All Japan Championship (AJC) kelas Moto3, Suzuka 8 Hour Endurance  dan Spanish Championship (CEV) kelas Moto2.

“Kami tak akan berhenti mendukung para pebalap muda Indonesia untuk meraih prestasi di ajang balap nasional maupun internasional. Kami senang dan bangga dapat menjadi bagian dari sejarah bangsa Indonesia di kancah balap.” pungkas beliau

last, semangat berjuang, harumkan nama bangsa, siapa tahu ketemu pak menpora lagi 😀

andi-gilang-temui imam-nahrowi

semoga berguna

ikuti berita terbaru dan silaturahmi via

26 KOMENTAR

  1. ppakai jalur yg benar…..
    jgn kayak yg dulu dulu…..
    ikut gp250 finish selalu paling belakang….
    ikut moto2 juga belakang mulu….

  2. Kenapa honda Indonesia atau Yamaha Indonesia tidak mempersiapkan pembalap untuk kelas Kapasitas: 1000 cc (Kelas MotoGP), 600 cc (kelas Moto 2), 250 cc (kelas Moto3). boleh sih berjuang di ARRC 2015 tapi orang Indonesia mana kenal itu ARRC 2015. jujur aja, saya saja baru dengar ARRC, tapi kalau kejuaraan Moto GP, Moto 2, Moto 3, saya tiap nonton tv selalu ada beritanya. tidak ada satupun pembalap dari Negara Indonesia yang pernah menginjakkan kakinya di kejuaraan MotoGP, padahal Indonesia salah satu penghasil utama uang bagi pabrikan Honda & Yamaha. sampai Marquez dan Dani Pedrosa datang khusus ke Indonesia, Apalagi The Doktor Rossi dengan Yamaha Jupiternya. Sedangkan tak satupun pembalap Indonesia yang merasakan kejuaraan MotoGP, Kelas Moto 2, Kelas Moto3. kurang apa Indonesia, tiap hari saya melihat anak-anak tanggung balapan motor, tidak pakai helm, soal keberanian orang Indonesia ngak usah ditanya. soal kenekatan di sirkuit balapan pasti berani mati, tapi kenapa tidak ada yang diorbitkan jadi pembalap di MotoGP. Sekali-kali buatlah bangga Indonesia pemilik Honda dan Yamaha, pakai orang-orang Indonesia di ajang MotoGP, Moto 2 juga Moto 3. Orang Spanyol dan Italia itu mana pakai Supra x, Revo, Tiger dan Yamaha Jupiter z1 atau Vixion. Mereka pakai mobil sport, atau motornya mereka pakai Aprillia. hanya orang Indonesia yang pakai produk motor Yamaha Bison, Mio, Force sedangkan Honda CB 150, Mega Pro. hanya orang Indonesia yang pakai. Saran saja sih Buat Pabrikan seperti Honda dan Yamaha yang hidupnya dari Indonesia, pakai orang Indonesia di kejuaraan MotoGP, Moto 2, dan Moto 3.

      • iya benar berjenjang Ghery, tapi kan aneh aja seperti list pembalap Moto GP, Moto 2, Moto 3 untuk 2015, tak satupun pembalap dari Indonesia. Malaysia aja kirim 2 pembalap di ajang Moto 2 dan Moto 3. Sedangkan orang Indonesia hanya berjaya di turnamen lokal. Pembalap-pembalap yang ada dulu semua juara di Asia, tapi ketika ditanya kenapa tidak ke ajang Moto GP, masalahnya apa. harapan sih sekali-kali kita mengidolakan pembalap dari Indonesia kalau bisa ikut balapan di Moto GP aja kita sudah senang bendera Indonesia berkibar di Sirkuit Moto GP.

    • om itu berjenjang gak bisa langsung instan ke moto3 maupun yg lebih tinggi supaya tidak seperti kasus doni tata, dorna sebagai penyelenggara moto gp mencari pembalap asia berbakat lewat penyelenggaraan SAATC yg diselenggarakan oleh dorna lihat pertasi anak bangsa andi gilang binaan Honda Indonesia di SAATC yg memakai spek moto3.

    • kan sdh pernah kirim k moto 2…doni tata pernah ikut,cm urutan terakir jd tahun brikutnya g ikut

    • @Dany:
      Hehe… Gak kenal AARC rupanya, kemana aja. Ga pa pa sih, org lain juga banyak yg gak kenal. Banyak juga yg belum tau kalo pembalap indonesia pernah masuk motogp, doni tata dan rafid topan. Banyak juga yg belum tau kalo produk asli indonesia sudah banyak yg nempel di motor motogp. Bahkan federal punya tim sendiri. Tapi ya begitulah, kalo belum juara ya belum populer.
      Dan kenapa harus AARC dulu? Ya karena kalo langsung ke motogp dikhawatirkan akan bernasib seperti doni tata dan rafid topan, gagal total. Jadi mereka calon pembalap di godok dulu di ajang yg belum seberat motogp, berjenjang dari balap lokal ke nasional, dari nasional ke asean, dari asean ke asia, dari asia ke internasional yg levelnya dibawah motogp, kalo mampu bersaing dijenjang tsb, baru nanti dimasukin ke motogp. Kira2 begitu masbro…

      • semua itu butuh proses bro, pembalap malaysia juga pake proses bro. nah proses berjenjangnya itu bisa melalui ARRC ataupun Shell Advance Asia Talent Cup. nah banyak pembalap asia (jepang n malaysia) yg melalui perjenjangan itu skrng berlaga di moto2, moto3. itu pembalap malaysia yg di moto2 sama moto3 dulu juga bertanding di ARRC. untuk tahun ini ada 2 apa 3 pembalap gtu lulusan SAATC sama ARRC yg ikut moto3. tau tim moto3 leopard honda sama sepang international sirkuit gak ? itu hiroki ono pembalap leopard honda jebolan ARRC kelas ADC, dia 1 angkatan sama alm. deny triyugo n iswandi muis. nah pembalap tim SIC malaysia (siapa yak lupa namanya) itu jebolan SAATC. 1 angkatan bareng willy hammer.

        • nah untuk pembalap indonesia yg skrng lagi moncer saat ini ada andi idzhar. walaupun doi rokie di SAATC tahun ini tp penampilannya gak kalah sama pembalap lama. bila nanti andy tampil konsisten dan bertahan di SAATC tahun depan lalu dia juara ataupun runner up, bukan gak mungkin dia bakal naik kelas ke moto3 😀
          apalagi kita tahu saat ini sponsor” otomotif indonesia lg getol sponsorin moto2/moto3 😀

    • mantap terlalu semangat sampeyan mas bro..arrc juga bergengsi mengingat ada beberapa rider2 moto2,motogp,wss yg tersisih n berkompetisi di situ n lom tentu juara lo, .

  3. ini cbr250 balapnya ma ninja mono ya? apakah ini kelas silinder jomblo pa merengek” ikutan yg silinder ganda?

    p jgn” modif cbr150cc 2 dilakban jadi 1 biar keliatan 2silinder?

    itu cbr250 p cbr150cc diboreup jd 250cc?

  4. Wow cbr 250 bakal ketemu r25
    Bahaya ni klo r25 di tabokin motor discontinyu
    Gmana klo ktemu cbr rr taun dpan

  5. Kata efbenyek balap bebek knalpot bosok lebih bergengsi..
    Dengan wearpack lusuh khas efbenyek

Tinggalkan Balasan