Yamaha Mio Dari generasi ke generasi, 1, M2, M3 – Me, Myself, Mio Sasar anak muda 17-25 tahun

pertamax7.com, ini dia 3 perubahan yamaha mio dari masa ke masa..

3 evolusi perubahan yamaha mio M1 M2 M3 me myselft mio

menjadi penggebrak kebangkitan awal skutik laris, yamaha mio sudah secara cepat memasuki generasi ke tiga… urut kok dari atas… dari yang awalnya dicipta untuk wanita, faktanya semua pakai matic… yuk disimak apa saja di dalam perubahan fundamental yamaha mio ini melalui berita dari sis Sintha YIMM

*Tiga Generasi Mio – M1, M2, M3 – Me, Myself, Mio*

JAKARTA-Yamaha Mio yang melegenda dan pionir tren motor matik di Indonesia, lahir baru di tahun 2014 ini. ”Tanpa Kompromi”, begitu spirit dari tagline New Mio M3 (dibaca M Three) 125 ini yang memperlihatkan adanya pilihan tidak menjadi batasan untuk maju mngikuti pilihan diri.

Mio diluncurkan perdana di tahun 2013 dan dalam perjalanannya menjadi primadona di Tanah Air. Mio generasi pertama yang disebut Yamaha dengan nama M1 (dibaca M One), adalah Mio karburator yang memberikan spirit independen atau kemandirian kepada wanita Indonesia, agar wanita tidak tergantung kepada orang lain.

Mio generasi pertama diterima dengan sangat baik oleh market Indonesia sehingga menumbuhkan tren segmen matik yang berkembang pesat. Setelah itu Yamaha meluncurkan Mio generasi kedua dengan teknologi injeksi YMJet-FI (Yamaha Mixture Jet-Fuel Injection). Generasi kedua itu disebut M2 (dibaca M Two) yang menebarkan spirit *enjoy your life with your own way*. Menyasar kalangan muda yang semakin bebas bereksperimen seperti misalnya yang ditampilkan dalam TVC Noah dan Mio GT.

Sampai akhirnya di tahun 2014 ini Yamaha melahirkan Mio generasi ketiga yaitu M3 (dibaca M Three) yang mengandung arti *Me, Myself, Mio*. M3 mengusung spirit ”Tanpa Kompromi”, bermakna dalam hidup ini kita bebas menentukan pilihan sendiri Tanpa Kompromi menurut hati nurani. Ditujukan buat anak-anak muda laki-laki dan perempuan usia 17-25 tahun untuk transportasi harian. Cocok untuk generasi muda yang aktif dan mudah
bereksperimen ketika dihadapkan pada pilihan-pilihan.

Seperti yang dicontohkan Yamaha dengan gaya khas anak muda. ”Saat yang lain juara basket atau juara kelas, Aku juara di hatinya” ; Jaga rumah apa ikut party ? Bikin party aja di rumah” ; Ngerjain PR apa jemput pacar ? Jemput pacar buat ngerjain PR. ”New Mio M3 125 ini sangat kental berkarakter anak muda. Mereka menemukan motor yang sangat bersahabat karena memahami karakternya, bisa tampil gaya

namun tetap irit dengan desain sporty dan warna-warna colorful ceria gaya anak muda. Tahun ini inovasi Yamaha untuk mereka dari legenda Mio yang muncul dengan style baru,” ujar Mohammad Masykur, Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

*Sekilas Perjalanan Mio*

Pamor Yamaha bisa dibilang kian mencuat sejak lahirnya Mio. Hadirnya Mio memberikan perubahan besar di pasar Indonesia karena menjadi tren dan favorit konsumen yang melegenda sepanjang masa. Diperkenalkan perdana di tahun 2003, Mio langsung booming dan jadi primadona.

Dalam perjalanannya, Mio mengukir sejarah sebagai motor produksi ke-20 juta Yamaha Indonesia tepat di Hari Kartini pada 21 April 2011. Pangsa pasar Mio terus berkembang sehingga jumlah total penjualannya terhitung dari saat muncul pertama kali di 2003 hingga November 2014 menyentuh 8 juta unit. Citra Mio pun diabadikan dalam berbagai event prestisius seperti kunjungan Miss Universe ke Indonesia, Lady Mio, Yamaha Miliarder, Mio Suka Suka dan rangkaian kegiatan Mio 10th Anniversary di 2013 lalu. Setelah Mio, lahir matik-matik Yamaha lainnya Xeon, Fino, Mio J, Soul GT, Mio GT, X-Ride dan GT125.

meskipun yamaha nouvo adalah mbahnya matic yamaha indonesia, namun yamaha mio lah yang akhirnya bisa membawa matic yamaha lainnya lahir…..

ada yang mau beli? monggo

semoag berguna

21 KOMENTAR

  1. MIO bugel aka bantet.. Mau irit Ora Isoooooooooooooo… GheAL gHEOL Bhret bhret Dhuor… ya MuoooooooooooooDhar..Moo

  2. aa…kae wong tuo do numpak mio kon ganti KTP kabeh, dodol barang sasarane cah enom kabeh, jare yamaha; motor nggo wong tuo kui ra ono 😀

Tinggalkan Balasan