Meriahkan Jambore Honda Blade, Bikers Honda Sosialisasikan Keselamatan Berkendara # Press release AHM

Meriahkan Jambore Honda Blade, Bikers Honda Sosialisasikan Keselamatan Berkendara

Semarang –  Sebanyak 400 anggota komunitas dan pecinta sepeda motor Honda Blade hadir dalam pelaksanaan Jambore Honda Blade ke-2 di Semarang, Jawa Tengah. Pada acara ini, mereka aktif mensosialisasikan keselamatan berkendara kepada anak-anak serta aksi sosial penanaman 200 bibit pohon flamboyan.

Rolling City Peserta Jambore Honda Blade

Jambore Honda Blade ke-2 digelar oleh Federasi Blade Indonesia (FBI) bersama Honda Blade Semarang Club (HBSC) dengan dukungan penuh dari PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Astra International Tbk – Honda Sales Operation (Astra Motor) Semarang. Kegiatan yang dihadiri sekitar 35 klub Honda Blade seluruh Indonesia ini berlangsung pada 24-25 Mei 2014 di gedung Telkom, Semarang.

Selain sebagai media pertemuan tahunan antar anggota komunitas dan pecinta Honda Blade, Jambore Honda Blade ke-2 juga menjadi ajang perayaan 4 tahun berdirinya Honda Blade Semarang Club. Sebagai perwujudan rasa syukur, peringatan ini ditandai dengan pemotongan 4 tumpeng pada malam puncak acara (24/5). Selain itu, para bikers dalam Jambore Honda Blade ke-2 juga ikut berpartisipasi memeriahkan peringatan ulang tahun kota Semarang yang ke-467.

Pelaksanaan Jambore Honda Blade ke-2 juga dimanfaatkan oleh bikers Honda Blade untuk melakukan aktifitas peduli lingkungan dan sosial. Sebanyak 200 bibit pohon flamboyan ditanam oleh para bikers di area Kali Banjarkanal, Semarang. Penanaman pohon ini diharapkan semakin menambah keasrian kota ini.  Para pecinta Honda Blade ini juga turut berbagi pengetahuan keselamatan berkendara bagi anak di area pelataran parkir gedung Telkom, Semarang. Anak-anak diajarkan teori sederhana tentang keselamatan berkendara untuk meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas dari usia dini. Pengetahuan keselamatan berkendara yang diajarkan diantaranya adalah pengenalan rambu-rambu lalu lintas.

GM Honda Customer Care Center (HC3) Division AHM Istiyani Susriyati mengatakan sejak diluncurkan pertama kali pada 2008 di Indonesia, Honda Blade selalu setia menemani konsumen setia yang aktif dan berjiwa muda. Jambore Honda Blade ini diharapkan semakin menguatkan ikatan di antara para pecinta Honda Blade yang selalu aktif berjuang meraih mimpi serta memiliki semangat berbagi bagi lingkungannya.

“Kami berharap melalui kegiatan Jambore Honda Blade ini, para bikers yang hadir tak hanya saling bertukar pikiran tentang produk sepeda motor Honda, namun juga mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar”.

Rolling City

Dalam Jambore Honda Blade ke-2 ini, anggota komunitas dan pecinta Blade juga berkesempatan mengenal beragam tempat wisata menarik di kota yang memiliki slogan pariwisata “Semarang Pesona Asia” ini. Dengan aktifitas rolling city, para bikers diajak untuk mengenal tempat wisata maupun ikon penting kota Semarang, diantaranya adalah Gereja Blenduk yang merupakan gereja Kristen tertua di Jawa Tengah, Tugu Muda Semarang, Tugu Ketenangan Jiwa, dan Klenteng Sam Po Kong.

Jambore Honda Blade dihadiri komunitas dari berbagai pulau di Indonesia. Dari Sumatera klub yang hadir adalah Honda Blade Padang Club (HBPC), Sriwijaya Honda Blade Club (SHBC Palembang), Blade Performance Bengkulu (BPB), Honda Blade Lampung Club (HBLC).

Dari Pulau Jawa, klub yang hadir adalah Blade Motor Club Banten (BMCB), Blade Rider Club Tanggerang (BRICT), Honda Blade Club Jakarta (RHBC Jakarta), Club Honda Blade Depok (CHBD),Bogor Blade Community (BBC), Honda Blade Bekasi Club (HBBC), Blade Owner Purwakarta (BOPAC), Blade Owner Subang (BOS), Honda Blade Auto Club Bandung (HBAC Bandung),Sukabumi Blade Rider Club (SBRT),Cianjur Blade Club (CBC), Ciamis Blade Rider (CIBER), Blade Banjar Patroman (BIBEP), Honda Blade Kuningan Club (HBKC), Cirebon Blade Rider (CIREC). Tak ketinggalan Honda Blade Semarang Club (HBSC), Jogja Blade Community (JBC), Solo Honda Blade Team (SHOBAT), Blade Cilacap Owner Club (BCOC), Blade Lamongan Performance (BALAP), Ikatan Blade Surabaya (IBLES), Honda Blade Malang Club (HBMC), Honda Blade Kediri Club (HBCK), dan Honda Blade Sidoarjo (HBS).

Honda Blade Rider Club Lombok (HBRC Lombok) mewakili kepulauan Nusa Tenggara. Kemudian Blade Community Kapuas (BLACK), Honda New Blade Community Palangkaraya (HNBC Palangkaraya), dan Honda Blade Club Palangkaraya (HBCP) mewakili klub dari Kalimantan.

Dari Sulawesi, hadir Honda Blade Makassar (HBC Makassar) + Chapter dan Blade Rider Club Manado (BRC Manado) + Chapte. Sedangkan dari Papua yang hadir adalah Papua Honda Blade Club (PHBC).


press release dikirim oleh sis siska AHM Pada Hari rabu 28 Mei 2014 pukul 8.54, semoga berguna

9 KOMENTAR

  1. Halah pret…
    ketemu biker dengan dandanan ala biker sering terlihat arogan.
    sok-sokan safety riding, tapi sendirinya malah bikin orang lain mules liat tingkahnya.
    Menganggap dirinya paling bener dan safety, yang lain mah bego dan ga safety.

    Mau belok aja mesti nurunin kaki, padahal menurut aturan nurunin kaki itu buat ngasi tau kalo dikit lagi ada lobang. Mau belok itu ya nyalain sein sambil liat spion dan blindspot, bukan nurunin kaki..!!!
    Cornering sok-sokan sampe knee down… padahal mah motornya tetep tegak, orangnya doank yang miring.
    Lagu-laguan pake handguard lebar cuman buat nyodok pengguna jalan yang dianggap nutupin jalurnya.

    Mending kalo belum dewasa ga usah ikut club motor, percuma ikut club motor kalo cuman buat gaya-gayaan doank.
    Club motor itu harusnya jadi pelopor dalam keselamatan berkendara, bukan pelopor arogansi di jalan raya.

    Gue muak sama kelakuan anggota komunitas dan club motor macem ginian, gue sering ikut turing club cysers dan HBC.
    dan sering gue liat rekan-rekan pada sok dan belagu kalo di jalan. Bikin malu nama club aja. Herannya bukannya ditegur malah didiemin aja sama RC dan sweeper.

    Akhirnya gue ngundurin diri karena beban moral bawa-bawa nama cysers (cysers juga sering dicap club dengan anggota yang arogan di jalan raya), gue malu bawa nama cysers kalo anggotanya kayak curut gitu. Gue copotin dah tu pernak pernik cysers, dan HBC-Jkt.

    Benerin tuh mental anggota clubnya, sertain materi safety riding dan toleransi di setiap kopdar. Jangan cuman kumpul-kumpul ga jelas doank. Kalo perlu, sosialisasiin safety riding ke sekolah-sekolah sambil bawa bendera club. Itu baru kegiatan positif.

Apa Komentar Pemirsa ?