Sistem Monitoring Pengendalian BBM Bersubsidi melalui RFID

artikel kali ini berat gan… bukan berat isinya, tapi berat kebanyakan gambat 😀

^ apa nggak malu ya B888TR ?

seperti yang sudah saya singgung mengenai RFID system untuk BATASI PENGGUNAAN BBM BERSUBSIDI

kali ini lebih jelasnya mengenai sistemnya, namun karena saya cuma membaca dari beberapa sumber, monggo pemirsa yang mungkin lebih tahu dan paham bisa mengoreksi….

terdapat 3 komponen utama dalam sistem pengendalian dan pemantauan BBM bersubsidi ini, yaitu.
1. RFID Reader ( di SPBU ) dan kartunya
2. RFID TAG ( di kendaraan pemirsa )
3. RFID TAG Nozel ( di SPBU ) ayo disimak…

yang pertama,..

1. RFID Reader

RFID READER (Small)

rfid reader ini seperti namanya adalah alat untuk membaca kartu RFID sebagai password menuju pengisian BBM BERSUBSIDI, fungsinya mencatat seluruh transaksi pembelian BBM subsidi, nomor kendaraan, jenis kendaraan, lokasi SPBU, dan lain sebagiainya….

CARD….

terdapat kartu sebagai password beli BBM SUBSIDI ini, kartunya sendiri berwarna putih, sedangkan yang merah itu saya sendiri kurang tahu, mungkin sejenis GANTUNGAN KUNCI agar kartu mudah dicari

MONITORING & PENGENDALIAN BBM

zoom

RFID CARD (Small)

cara penggunaan kartu

menggunakan sistem radio, kartu ini di dekatkan ke tempat kartu RFID READER

rfid CARD 2

yang kedua

2. RFID TAG NOZEL

diberikan secara gratis melalui tender oleh pihak terkait, ( tahu kan tender kita tuh kayak apa ,,, seger lho ), kemudian beli aka Import dari CHINA dan KORSEL , bentuknya seperti cincin itu adalah antena RFID ( Radio Frequency Identification ) dan yang kecil itu modulnya….

rfid tag 1

^ seperti tampak diatas///

yang ketiga

3. RFID TAG nozel atau nozzle reader

fungsinya sebagai pembaca jumlah bbm yang mengalir ke tangki bahan bakar sesuai dengan kapasitas maks nya…

sistem kerjanya sih simpel…

pemirsah ke spbu, >> tunjukkan kartu,

nosel ber tag dimasukkan ke lubang tutup tangki >> ada chip RFID

dispenser spbu keluarkan BBM SUBSIDI sesuai batas harian. mingguan penggunaan BBM SUBSIDI CMIIW

setelah batas MAX, dispenser berhenti menyalurkan BMM SUBSIDI…

kalau RFID di cabut oleh pengguna, chipnya akan rusak, dan saat beli BBM subsidi nosel tidak bekerja… ( tidak mengalirkan BBM )


FAQ RFID

Q : RFID ini beli?

A : tidak, akan dipasang secara gratis ke 100 an juta kendaraan Seindonesia, semua peralatan IMPORT CHINA dan Korea…

Q : jika RFID dilepas, apa resikonya?

A : nosel BBM SUBSIDI tidak akan mengelarkan BBM..

Q : jika RFID dilepas kemudian pindah ke NOsel BBM NON SUBSIDI?

A : nosel NON SUBSIDI bakal mengeluarkan BBM, karena RFID sistem ini hanya mengatur pembatasan BBM subsidi…


sebuah paradigma dimana pemerintah ingin membatasi BBM BERSUBSIDI, namun MObil murah masuk, WALAU KATANYA HAROM aka tidak boleh menggunakan BBM BERSUBDISI, namun, apa iyo praktiknya MOBIL MURAH PAKE BBM NON SUBSIDI, ANE sangsi bin ragu 1000000000000000000000000000000000000000000000000000 %

pembatasan BBM bersubsidi haruslah diimbangi dengan MASS transport yang memadai……

ada yang mobilnya maupun motornya sudah dipasangi RFID?

semoga berguna

reff :

bolaotomotif.com/20130604/pertamina-berlakukan-chip-bbm-rfid-kepada-mobil-sepeda-motor

finance.detik.com/read/2013/07/01/152659/2289124/1034/pertamina-tunda-pemasangan-alat-pengendali-bbm-karena-impor-terlambat

tribunnews.com/images/view/791102/pemasangan-rfid-tag-di-mobil-pribadi

bisnis.liputan6.com/read/601568/penampakan-alat-rfid-bbm-pada-kendaraa

finance.detik.com/read/2013/05/06/161539/2239274/1034/0/ini-alat-pengendali-bbm-yang-akan-dipasang-di-spbu-kendaraan-anda

metrotvnews.com/metronews/read/2013/07/11/1/167314/Pemasangan-RFID-di-Kendaraan-Dimulai-Usai-Lebaran

41 KOMENTAR

  1. namun MObil murah masuk, WALAU KATANYA HAROM aka tidak boleh menggunakan BBM BERSUBDISI,
    ================================
    kata pak ustadz sapi yg harom itu uenak tenannn.

  2. ga bakalan mempan…mending pemerintah ga usah jual premium dah…pertamax only…paling vespa kolot ane mabok dikasih minum bensin ijo..yg punyanya klenger

  3. lagu lama jelang pemilu banyak proyek banyak tender hasilnya nol, tapi masih bisa diakalin beli pake jerigen sambil bawa surat keterangan pengecer bensin dari kelurahan nanti dikasih 20ltr/hari.

  4. wah mobil ga tau malu,kalah ma pulsar 135 ane yg pertamax terus,(premium kalo kepaksa pertamax habis)

  5. pemerintah bego. hanya mentingin pejabatnya.
    PNS makmurrrr,,,, rakyat jelata makin susah.
    bener-bener hidup di negeri paman gober.

    bayar pajak ini-itu, tapi fasilitas nol.
    pajak saja di naik-naikin. tapi subsidi di turunin,
    tidak semua makhluk indonesia hidup di pulau jakarta bung.
    survey ke daerah.
    pejabat juga mestinya ngerasain naik ojek. biar tau rakyat jelata itu hidupnya gimana.

    • maksud dari komentar ane, semua orang yang hidup dimari bayar pajak.
      yang punya mobil bayar pajaknya lebih gede, yang punya motor juga peras keringat untuk menyisihkan duitnya buat bayar pajak. so what?

  6. asik,asik,”pengadaan alatnya” bisa kita korupsi lagi,terpakai atau mangkrak karena perubahan aturan urusan nanti,yg penting ada alasan(cara)ngambil uang negara.tahun depan ganti lagi model baru,dapat duit lagi.

  7. Itu yg warna merah kaya gantungan kunci itu sebenernya sama kayak kartu, jadi itu RFID juga, cuman bentuknya gantungan kunci, fungsinya sih sama aja kayak yg kartu 🙂

    CMIIW

  8. lucu pmrntah ni. buat rkytny di irit2 eee buat asinf nlh jor2,an. cb tanya knapa sumur2 minyak dikuasai kontraktor asing? mrk jwb prtamina ga mampu, lah yg ngjarin petronas dlu ngbor minyk spa? cba klo sluruh kekayaan alam dikelola negara tuk kpntingn rkyat, insyaAlloh negeri ini makmur….

    • iye gua kebagian pengadaan tali kolor nye … lumayan , kali aje entar diganti dengan tali jemuran … nambah lagi income

  9. Selama saya berkiprah di dunia perminyakan dan kepemerintahan.. banyak iyang kurang dalam tulisan di Blog ini. Sama halnya seperti nama-nama dari alat dan sistemnya.

    FYI: Produk yang dikirim dari china hanya berupa kumparan (Ring) nya saja. Sedangkan reader yang ada di setiap dispenser/nozzle dirakit dan dikembangkan oleh PT. INTI (Industri Telekomunikasi Indonesia).

    Maka ada beberapa hal yang harus dimengerti oleh pemirsa sekalian bahwa sistem di atas dicanangkan dan dipersiapkan oleh Indonesia. Target pemasangan di 200 lebih SPBU yang ada di Jakarta. sedangkan target kendaraan yang akan dipasang sebanyak 5 juta unit (sesuai kelas masing2).

    Semoga proyek dari Pertamina dan PT INTI ini berjalan sesuai kehendak yang Maha Kuasa.

  10. Satu lagi pemirsah :

    Antena itu adalah Ring atau kumparan
    Reader itu hanya ada pada nozzle setiap dispenser. sedangkan alat yang membaca kartu adalah E-Money hanya untuk pembayaran bukan dalam sistem monitoring dan pengendalian BBM, Tapi produk itu masih milik PT. INTI.

    Modul itu adalah cheap, letaknya bukan di tempat sanggahannya, modulnya ada pada bagian ring yang berukuran sedikit lebih lebar dan bertuliskan INTI.

    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan