larisnya penjualan sepeda motor, jalan rusak dan korupsi

artikel curhat akan jalan rusak yang berupta catatan yang di tandai ke fb ane 😀 ane baca, wah ane juga ngalamin soal jalan rusak ini 🙁

Jalan-Rusak

Nama aku Zi , Muhammad Fauzi. Asli wong Sragen.Lahir di Sragen. Tinggal di Sragen. Sekolah di SMA N 3 Sragen. Cinta mati pada Sragen, ( opo maneh yo?)Aku di sekolahan tergolong bocah yang hobinya njahilin bocah lain. Usil? He’eh. Padahal tampangku juga ga kelihatan begitu mbeling , lho. Di kelas aku malah pendiem. ( diem-diem menghanyutkan :D) .

Pernah denger pepatah ini kan “ don’t judge a book from the cover” ? ga faham bahasa inggris? ( kemaki.ne kumat :D) . nih, tak translate ke bahasa sragen.an : “ ojo nentokne apik-elek.e buku seko sampul.e” . iyo opo iyo? Sama kayak temen sebangku ku , jenengane Supri. Tampangnya sih oke punya. Hidung? Mbangir kaya pinokio. Bibir? Dijamin ga ndomble. Mata? Dijamin ga p*cek.(wakakkaka) . kulitnya putih bersih.tinggi 174 cm (kurang duwur?) rambut lurus , potongan ala boyband (hueekkk ) . Gayanya modis abis. Pakaianya klimis terus. Kendaraan? Cbr ada. Ninja? Ga sah ditanya. Satria f? (motor aneh itu?) jarang banget dia bawa. Bapaknya Kepala Kantor Dinas Perhutanan di Kalimantan. Ibunya pengusaha beras sukses. (kaya uey) Yah, buat ukuran “taraf ekonomi ku “ temenku si supri udah tergolong bocah yang beruntung , dianugerahi banyak kenikmatan . Tapi, ada tapinya! Jangan coba-coba menanyakan soal matematika. Perkalian 6×7 belum tentu hapal ( hush, haram membuka aib sesame).

Beda sama aku yang ke sekolah Cuma naik city sport one ( opo iku? Ga sah dijawab lah, isin aku).Senajan (meskipun) tampang juga pas-pasan , tapi IQ ku 146. (halah, mung semono kemaki. Rung tau ngerti IQ ne Bill Gates po?). Intinya ? “don’t judge a book from the cover” .

Balik lagi ke tema. Eh, temanya apa ya? Kok aku malah lupa. Oh, belum aku sebutin ding. Tema dari tulisan GaJe ( Ga Jelas – koyo rupane sing nulis-)ini adalah “Hubungan korupsi di Indonesia dengan Jalan yang macet dan rusak “ ( tema kok panjang banget yak? Dah, biarin , wong ga harom ug)

 

Ga menarik? GA SAH DIWOCO ( ngnu kok susah)

KOMPAS. Berdasarkan data penjualan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia yang diterima KompasOtomotif tadi malam, penurunan terjadi sepanjang tahun. "Penurunan pada tahun ini diperkirakan lebih besar lagi karena krisis global. Harga komoditas ekspor Indonesia ikut turun. Daya beli masyarat – khususnya di luar Pulau Jawa – melemah," komentar Johannes Loman, Wakil Ketua AISI.

Penurunan penjualan tahun lalu, memperbersar pangsa pasar Honda menjadi 57,31 persen dari tahun lalu hanya 53,1 persen. Yamaha menyusut dari tahun lalu (39,1 persen) menjadi 34,07 persen, Suzuki 6,52 persen, Kawasaki 1,84 persen dan TVS 0,26 persen.

Desember

Pada bulan terkahir tahun lalu, penjualan menciut cukup tajam, yaitu tersisa 488.841 unit atau anjlok 22,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya (November) 627.048 unit.Penjualan Sepeda Motor

otomotif.kompas.com/read/2013/01/08/6066/Penjualan.Sepeda.Motor.Nasional.2012.Turun.11.2.Persen

Meskipun menurun ( dari pada grafik 2011) tetep saja penjualan sepeda motor di Indonesia tergolong :Jooosss: . yo opo iyo , cak?

Gimana ga jos, Negeri dengan penduduk terbanyak nomer 4 di dunia ( mungkin keliru ya? RRC, India, USA, Indo , dst…) ini sangat akrab dengan yang namanya sepeda motor. Contoh temen ku si Supri tadi, Motornya CBR 250R ABS (India punya) , Ninja 250 Fi , Ninja RR, Satria F. (berapa tuh? 4? Bayangin , bro : orang satu empat motornya.) Belum lagi adeknya si Supri , namanya Gede ( asli bali , anak dari istri kedua bapaknya si supri tadi) motornya : New Supra X 125 helm-in ( guede) , Satria F-nya 4 bro! ga nanggung-nanggung : Satria F 2003 (CBU a.k.a impor Thailand) , Satria F 2009 yang striping biru item, yang 2011 (stripingnya ada gambar ceweknya :D) dan yang terakhir Satria F 2013 yang berstrip ijo. Sempat heran juga waktu maen ke rumahnya si supri , motornya banyak amat. Belum punyanya si ibuknya Supri : Vario Techno 125cc (CBS) . jadi , berapa total tuh? (itung sendiri , males aku.)

Tadi merupakan contoh betapa larisnya penjualan sepeda motor di Indonesia. Nah, dengan angka sekian itu , bukankan sangat mungkin menjadi salah satu penyebab kemacetan. Akan sangat tidak adil pabila kita hanya menyalahkan pengguna sepeda motor. Karena pengguna jalan bukan hanya para pengguna sepeda motor. Ada mobil, becak, bus, truk, dll. Pernah ke Jakarta? Kesan pertama anda apa? Indah? Boro-boro ( lihat tuh ciliwung, pesanggrahan , dll) padat? So pasti Bersih? Gila, yg bilang Jakarta bersih, satu lagi hal yang pasti yaitu : MACET. Setiap hari. Ga pernah sepi.(apalagi holiday).

Bayangkan waktu kamu mau berangkat school , bro. bangun jam 6 , sholat ( sholat apaan?) , mandi, sarapan, njadwal (:D penulis banget). Nyetater sepeda , bruuuumm ( semisal sepeda mottornya Ducati Monster Diesel 1000cc) . begitu turun ke jalan , apa yang pertama kamu lihat? Jalan (aku yo mudeng) . Macet! Padat merayap! Yah, sia-sia deh bawa Si Diesel. Buat apa? Mau nampang? Nampang sama sesame korban kemacetan , namanya ngenes iku. (wkwkkwkwk)

Nah, disini saya ingin mengajak anda untuk berpikir aga kritis sedikit.

Jalan macet? Benar?

Jalan rusak? Benar?

cirebon-jalan-rusak-1

Pajak tetap disuruh mbayar? Benar?

Kemana larinya pajak?

Ke Kas Negara? Benar?

Buat apa bayar pajak?

Untuk membantu pembangunan? Benar?

Salah satunya Jalan kan? Benar?

Faktanya? Bagaiman?

Jalan di Sragen mulus-mulus kayak pahanya CherryBelle? (ooops)

Atau mbrekuduk koyo kandang babi?

Terus,

Ada kasus korupsi yang berhubungan dengan “pajak”?

Ada berapa?

Yang ketahuan?

Yang ga ketahuan?

Sangat disayangkan , Ngeri yang katanya Surga Dunia ini memiliki jalan raya yang ga layak pakai + macet. Sedangkan, uang setoran pajak di gaglak olek oknum.

MARI MERENUNG SODARAKU!!

#Asrorri Van Abrahamovich : maaf yah, masih salah disana-sini (ojo digouyou)

gimana pendapat pemirsa? soal jalan rusak beh jogja sampai wonogiri gan komplet modelnya

kemace

tan lalu lintas (Small)

soal jalan macet, ane nyumbang kemcaetan juga seminggu sekali 🙁 jogja dah kayak pulau jakarta aje, belum jadi pindah ibukota negera, kalau sampe pindah ke jogja, bisa2 ane semakin jalan kaki ke malioboro

jalan rusak, hati- hati

jalan rusak koq hati2, ya perbaiki lah pak 🙁

75 KOMENTAR

  1. Biyen jaman sek kuliah dolan Ngawi – Jogja 1 jam naik GL PRO wes tekan nggon. Saiki wes anak2… dolan ke solo Naik Gallant V6 3 Jam baru nyampek… arep dolan nang endi2 dadi males… semoga jalan tol membelah Jawa segera jadi…. tapi begitu masuk pintu tol di Jogja… macet meneh… (dibikinkan penitipan mobil di luar kota)… masuk yogya… wajib bakai Bendi… wes… dijamin polusi dalam kota berkurang.

  2. Melenceng dari topik bratha, Mohon pencerahanya bratha, bgmna caranya menambah performa motor tanpa menggantikan knalpot racing?? Sering bgt kena razia gara2 menggunakan knalpot racing 🙁

  3. jogja memang maceett, di malioboro malem-malem weeeehhhh macet-cet, baru longgar setelah bablas tengah malam.

  4. Kalo mau curhat jalan rusak itu ke DPRD bung ! Bukan ke si Ipan… Wkwkwk… :mrgreen:
    Powered by Telkomsel BlackBerry®

  5. Dibetulin kalo ada keluarga penggede kecelakaan, kaya kasus jala di ngawi, setelah sophan sofian (penggede pdi)kecelakaan gara2 harleynya kejeglong, baru deh jalannya dibetulin. Sekarang dah rusak lagi.

  6. ngutip dari: http://www.jurnas.com/halaman/6/2012-10-15/224143

    ngeri bener pemasukan pajak ke kantong negara eh koruptor…

    Jika dari setiap kedatangan kendaraan bermotor negara mendapat penerimaan pajak Rp3 juta (asumsi harga sepeda motor 20 tahun lalu Rp5 jutaan), maka dengan 66 juta unit kendaraan bermotor yang merupakan kelebihan kapasitas jalan, negara sudah mengantongi Rp198 triliun. Pendapatan ini belum termasuk pajak tahunan kendaraan bermotor yang merupakan komponen PNBP.

    Dengan pendapatan kumulatif Rp198 triliun itu seharusnya pemerintah menyediakan kompensasi dalam bentuk jalan baru, karena sebenarnya infrastruktur jalan yang ada sudah tidak mencukupi. Biaya rata-rata membuat jalan baru per kilometer kualitas jalan tol termasuk pembebasan tanah (paling mahal) adalah Rp50 miliar. Seharusnya jalan baru itu mengalami penambahan panjang 3.960 km sampai sekarang.

    Namun apa yang terjadi? penerimaan negara dari kedatangan kendaraan bermotor yang seharusnya sudah tidak ideal itu entah dibelanjakan ke mana. Pemerintah masih menjanjikan penambahan jalan tol baru hanya 832 km sampai dengan akhir 2014 untuk menambah panjang jalan tol yang sudah ada 760 km, ini pun belum tentu terwujud jika melihat pengalaman selama ini yang selalu tersendat masalah pembebasan lahan.

    Ini sebetulnya politik anggaran yang tidak “bermartabat” karena memberikan ketidak-nyamanan dan tambahan belanja konsumsi bagi rakyat, sementara negara mendapat profit dalam bentuk pajak tahunan kendaraan bermotor minimal Rp6,6 triliun per tahun dengan asumsi PKB sebesar Rp100 ribu per unit kendaraan bermotor. Jika terjadinya kondisi ketidak-idealan atau decoupling kapasitas jalan dengan pertambahan kendaraan bermotor ini sudah berlangsung dua dekade silam, maka kantong anggaran negara menggelembung minimal Rp120 triliun yang dibelanjakan entah ke mana.

    Rakyat sebetulnya memiliki pola pikir sederhana: bersedia membayar pajak namun mengharapkan agar pemerintah menyediakan infrastruktur yang memadai dan cukup. Tidakkah cukup sinyal, kemacetan yang terjadi di seluruh Indonesia ini menjadi tanda bahwa kapasitas infrastruktur jalan dalam kondisi sudah sangat menyedihkan? Kapan pemerintah sadar?

  7. Pertambahan jalan tdk seimbang dgn pertambahan kendaraan. Didukung infrastruktur jalan rusak yg lambat penanganan nya. Jadilah indonesia tercinta ini sbg negara macet. Baru keluar komplek rumah, udh ktm macet.. wkwkwkkk.. 😀

Tinggalkan Balasan